BREAKING NEWS
latest

728x90

Ads

468x60

header-ad

Fokus Mingguan

Slider
Tampilkan postingan dengan label COVID-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label COVID-19. Tampilkan semua postingan

Ini 3 Jenis Masker Yang Direkomendasikan Kemenkes Indonesia

Jakarta, SUARA.NABIRE l Penggunaan masker harus diperhatikan tingkat kerapatan pori-pori dan waktu pemakaian masker. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker yang baik dan bahan yang benar.

Yurianto menjelaskan bahwa ada 3 jenis masker yang direkomendasikan, yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain. 

''Saya sering mengatakan masker itu ada tiga, pertama masker N95, ini memang sudah standar yang tinggi karena dipakai petugas-petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan virus di laboratorium. Kemudian masker bedah yang biasa dipakai tenaga medis, dan ketiga masker kain,'' terangnya

Yurianto menambahkan bahwa penggunaan masker kain setidaknya dua lapis. Masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff.

Lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita. Gunakan masker kain selama maksimal 3 jam setelah itu ganti dengan masker yang bersih.

''Tidak ada masker buff atau masker scuba, karena begitu masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar. Masker tersebut tidak memenuhi syarat,'' tuturnya.

Menurut Yurianto, COVID-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar.

Tingkat risiko penularan COVID-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker. Dalam hal ini Yurianto membaginya ke dalam 4 tingkatan, yaitu sebagai berikut:

Pertama, apabila seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan maka kemungkinan penularan mencapai 100 %.

Kedua, orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker maka potensi penularan mencapai 70%,

Ketiga, orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya hanya 5 persen.

Keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5%.

Vaksinasi Covid-19 AstraZeneca Perdana Resmi Digelar di Sidoarjo, Presiden Jokowi Berikan Apresiasi



SUARA.NABIRE, SURABAYA - Vaksinasi Covid-19 AstraZeneca perdana resmi dilaksanakan terhadap sekitar 50 Tokoh Agama di Jawa Timur, yang berlangsung di Pendopo Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari Senin (22/3/21)

Presiden Joko Widodo pada kesempatan tersebut turut melihat kegiatan vaksinasi dan memastikan Vaksin COVID-19 siap digunakan untuk pondok pesantren yang ada di Jawa Timur.

Presiden juga mengapresiasi Provinsi Jawa Timur sebagai daerah pertama yang siap diberi vaksin COVID-19 AstraZeneca. Diharapkan kegiatan vaksinasi ini akan berlanjut ke daerah lain guna mempercepat cakupan vaksinasi nasional.

Ketua Umum MUI Jawa Timur, Hasan Mutawakkil Alallah, menyebut bahwa sebelumnya vaksin Covid-19 AstraZeneca halal digunakan. Demikian disampaikannya pada Senin (22/3/2021), saat menerima kunjungan Jokowi di Sidoarjo, Jawa Timur, untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi massal. (Red)

Editor: Ika Putri

Pihak ASDP Klarifikasi Pernyataan Jubir Covid-19 Teluk Wondama Tentang 7 ABK yang Positif Covid-19

SUARA.NABIRE - Shelvy Arifin selaku Corporate Secretary PT ASD Indonesia Ferry (Persero), melakukan klarifikasi terhadap pernyataan juru bicara Satgas Covid-19 Teluk Wondama, dr. Yoce Kurniawan, yang menyebut 7 ABK KM Kasuari Pasifik dinyatakan positif Covid-19 saat bersandar di Teluk Wondama pada Jumat (12/3/2021).

"Kami ingin mengklarifikasi bahwa KMP yang dimaksud adalah KM Kasuari Pasifik 3 milik Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang dikelola operator swasta," ungkap Shelvy dalam keterangannya kepada Kompas.com, pada Jumat (19/3/2021).

Shelvy menambahkan bahwa PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hanya mengoperasikan KMP Kasuari Pasifik IV yang melayani rute Biak-Manokwari, Manokwari-Numfor dan Biak-Numfor. Sementara kapal ASDP yang masuk ke Teluk Wondama adalah KMP Napan Wainami dengan rute Manokwari-Wasior (Teluk Wondama), Wasior-Nabire, dan Wasior-Windesi, atau sebaliknya.

"KMP Kasuari Pasifik IV yang dikelola ASDP saat ini tengah menjalankan proses docking tahunan di Sorong, dan kami pastikan seluruh kru kapal dalam kondisi sehat," jelas Shelvy.

Sebelumnya Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Wondama menyatakan bahwa tujuh anak buah kapal (ABK) KM Kasuari Pasifik terkofirmasi positif Covid-19 saat bersandar di pelabuhan.

Adapun KM Kasuari Pasifik merupakan kapal perintis yang menghubungkan sejumlah daerah terpencil di Provinsi Papua Barat.

"Tujuh orang anak buah kapal yang kapalnya dikelola oleh ASDP itu, diketahui positif Covid-19 saat standar di pelabuhan Kabupaten Teluk Wondama. Hal ini sedang mendapat penanganan di ruang isolasi pada Gedung Sasar Wondama Manggurai," demikian yang dikatakan dr Yoce Kurniawan selaku juru bicara Satgas Covid-19 Teluk Wondama di Wasior, sebagaimana dikutip dari Antara, pada Jumat (12/3/2021).

Diketahui sebelumnya bahwa KM Kasuari Pasifik diijinkan untuk masuk ke Wasior, Teluk Wondama, dikarenakan para ABK dan kru kapalnya memiliki surat keterangan tes cepat antibodi dengan hasil nonreaktif.

Namun ketika sandar di Teluk Wondama, seorang ABK kapal mengalami demam sehingg ia pun memeriksan diri ke Puskesmas Wasior. Namun karena persediaan alat tes cepat antigen di Puskesmas Wasior habis, maka ABK itu kemudian dirujuk ke RSUD Teluk Wondama. Dan setelah diperiksa di RSUD Teluk Wondama, ABK itu dinyatakan positif Covid-19.

Dengan hasil tersebut maka seluruh ABK KM Kasuari Pasifik diperiksa dengan rapid antigen maupun laboratorium. Dan menurut keterangan dr. Yoce Kurniawan selaku juru bicara Satgas Covid-19 Teluk Wondama bahwa, dari 18 orang ABK yang diperiksa, 7 orang terkonfirmasi positif Covid-19. (Red)

Tiba di Bandara Frans Kaisiepo Biak, Vaksin Corona Tahap II Dikawal ke Tempat Penyimpanan


SUARA.NABIRE – Vaksin Sinovac Covid-19 untuk diberikan pada tahap kedua, tiba di Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak, pada hari Minggu (7/3/2021).

Setibanya di bandara Frans Kaisiepo Biak, vaksin kemudian dibawa dengan pengawalan oleh Aparat TNI/Polri menuju gudang penyimpanan vaksin di Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor,

Adapun vaksin Sinovac Covid-19 tersebut dikirim langsung dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua di Jayapura, dengan jumlah keseluruhan 400 vial.

“Kepolisian siap melakukan pengamanan dan pengawalan vaksin corona, agar proses distribusi vaksin hingga ke masyarakat berjalan lancar dan aman,” demikian tutur Kapolres Biak Numfor, AKBP Andi Yoseph Enoch melalui Kasubag Humas Iptu Padan Purba.

Adapun Vaksin Sinovac Covid-19 ini adalah untuk vaksinasi pada tahap II yang akan diberikan kepada pekerja pelayan publik, seperti TNI Polri, guru hingga wartawan. (Red)

7 Kabupaten di Papua Tidak Tersentuh Covid, Ini Penjelasan Jubir Covid-19 Papua, Silwanus Sumule


dr.Silwanus Sumule (Jubir Satgas Covid-19 Papua)

Jayapura, SUARA.NABIRE - Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, mengatakan bahwa dari total 29 Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua terdapat tujuh Kabupaten yang hingga kini belum ditemukan kasus Covid-19.

Tujuh kabupaten tersebut adalah Nduga, Puncak, Yahukimo, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Mamberamo Raya. Demikian hal ini dibeberkan Silwanus dengan mengacu pada data Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua

Ketika dikonfirmasi awak media ini via Whatsapp, pada Rabu (1/03/21), Silwanus mengatakan bahwa memang belum dapat dipastikan penyebab yang pasti mengapa di tujuh kabupaten tersebut tidak ditemukan kasus Covid-19, namun menurutnya bisa saja disebabkan karena pemerintah daerah setempat cepat melakukan pencegahan.

"Mungkin mereka menjalankan protokol kesehatan dengan baik, lalu kedua pemerintahnya berhasil menekan aktivitas masyarakat, dan yang ketiga pemerintah daerah setempat juga berhasil melakukan screening dengan baik. Tiga hal ini mereka jalankan," terang Silwanus

Dikatakan oleh Silwanus, pihaknya tidak serta merta mengklaim ke-7 kabupaten tersebut betul-betul belum tersentuh Covid-19, mengingat pernah terjadi beberapa kasus seperti yang pernah dialami Bupati Yahukimo, Abock Busup, pada 14 September 2021, dimana ia dinyatakan positif namun ternyata tercatat sebagai pasien di Kota Jayapura, bukan dari Yahukimo.

"Ada beberapa kasus yang sudah terjadi, tapi dilaporkan di kabupaten lain. Adapun yang belum kita dapat datanya, mereka terbatas pada pemeriksaan, sehingga pemeriksaan mereka dilakukan di kabupaten yang lain, maka tercatatlah di kabupaten tersebut," terang Silwanus

Dijelaskannya pula bahwa penyebab lainnya mengapa ke-7 kabupaten tersebut belum terpapar Covid-19 adalah menyangkut akses transportasi. "Setidaknya untuk Intan Jaya, Puncak dan Nduga, akses transportasinya sangat sulit, karena hanya bisa dijangkau dengan pesawat yang berbadan kecil," tutur Silwanus.

Sedangkan untuk Mamberamo Raya, menurut Silwanus, biasanya hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai atau pesawat terbang. "Kalo untuk wilayah Meepago yakni kabupaten Dogiyai yang Deiyai, memang memiliki akses jalur darat, namun jarak tempuhnya jauh dan melewati jalan yang berbukit-bukit," tuturnya.

Ditambahkannya bahwa salah satu faktor yang menyebabkan naiknya kasus Covid-19 adalah masifnya kegiatan masyarakat. "Jadi semakin tinggi mobilitas penduduk, maka makin tinggi juga risiko penularan," tutupnya (Red)

Vaksinasi Covid-19 Pada Kelompok Lansia Dimulai, Ini Penjelasan Menkes RI

SUARA.NABIRE Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac untuk semua kelompok masyarakat yang usia lanjut di atas 60 tahun, pada Minggu (7/02/21) 

Kementerian Kesehatan selanjutnya akan melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan BPOM mengeluarkan izin vaksin untuk bisa diberikan bagi orang dengan usia di atas 60 tahun yang berdasarkan uji klinis ke 3 di negara-negara di luar Indonesia.

“Penting sekali bagi pemerintah untuk memprioritaskan tenaga kesehatan berusia lanjut karena adanya risiko ganda, yaitu profesi mereka yang rawan terpapar COVID-19, selain itu usia mereka yang rentan,”,” ungkap Sadikin saat konferensi pers secara virtual, pada Minggu (7/2/21).

Adapun vaksinasi perdana bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun akan dilaksanakan Senin 8 Februari 2021, pukul 09.00 WIB. Sementara untuk tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun yang akan divaksinasi total berjumlah 11.600 orang di seluruh Indonesia.

Diharapkan bahwa dengan diberikannya vaksin COVID-19 bagi tenaga kesehatan yang berusia lanjut dapat melindungi dan memberikan keamanan bagi seluruh tenaga kesehatan kita tanpa terkecuali.

Kelompok lansia tetap akan menerima vaksinasi dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari. Dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh sehingga vaksin dapat bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk antibodi baru.

Sementara, vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal.

Pemerintah secara paralel juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes. Sekitar 10% populasi Indonesia berada dalam kelompok lansia, dan 50% lebih kematian akibat Covid-19 terjadi pada kelompok ini.

Tujuan pemberian vaksinasi kepada lansia dapat menekan kematian dan juga mengurangi tekanan terhadap Rumah Sakit dengan harapan angka rawat inap dan Bed Occupancy Ratio dapat turun. (Red)

Vaksin Covid-19 Sebanyak 1,8 juta Dosis Tiba di Indonesia, Berikut Penjelasan Menkes RI

Jakarta, SUARA.NABIRE - Dilansir dari situs sehatnegeriku.kemkes.go.id (edisi 31 Desember 2020), Pemerintah Indonesia resmi mendatangkan tambahan vaksin Covid -19 sebanyak 1,8 juta dosis. Vaksin produksi Sinovac tersebut tiba di bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis, (31/12/20), Pukul 11:55 Wib, dengan menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER dari maskapai Garuda Indonesia. 

Turut hadir saat penjemputan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, vaksin yang dimuat dalam 11 buah Envirotrainer peti kemas berpendingin, kemudian dibawa ke warehouse Garuda Indonesia terlebih dahulu untuk dilakukan pengisian ulang daya Envirotainer. 

Vaksin selanjutnya akan dibawa dengan 4 buah truk flatbed ukuran 40 feet untuk disimpan di lokasi penyimpanan khusus milik Bio Farma di Bandung untuk penyimpanan sesuai dengan protokol penyimpanan vaksin secara aman sesuai dengan standar WHO.

Kedatangan vaksin ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya 1,2 juta vaksin Sinovac tiba pada 6 Desember 2020 lalu, sehingga menambah ketersediaan vaksin bentuk jadi asal Sinovac menjadi 3 juta dosis. Selanjutnya akan diikuti dengan pengiriman suplai vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku (bulk) sebanyak 140 juta dosis secara bertahap dimulai dari bulan Januari 2021.

Sehari sebelumnya, Pemerintah RI melalui Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) Tbk. menandatangani kesepakatan suplai vaksin COVID-19 dari Novavax – pengembang vaksin dari Amerika dan Kanada, dan AstraZeneca – pengembang vaksin dari Inggris dan Jerman, masing-masing 50 juta dosis dengan opsi penambahan 80 juta dosis vaksin Novavax dan 50 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Berbagai tonggak penting yang dicapai dalam beberapa pekan hingga penghujung tahun ini merupakan wujud komitmen dan kerja nyata pemerintah – yang didukung seluruh elemen bangsa – untuk memenuhi kebutuhan dan melindungi masyarakat Indonesia dari risiko serta pandemi COVID-19.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan pers usai kedatangan vaksin menyatakan, Presiden menugaskan pemerintah untuk selama liburan tahun baru ini untuk terus bekerja keras agar vaksinasi nasional bisa berjalan sebaik-baiknya melayani seluruh masyarakat. 

“Hari ini kita menyaksikan kedatangan tahap ke-2 vaksin Sinovac ke Indonesia. Insya Allah dengan do’a seluruh rakyat Indonesia, kami harapkan sebelum rakyat Indonesia kembali masuk bekerja di bulan Januari vaksin ini sudah bisa kami distribusikan ke 34 Provinsi di seluruh Indonesia untuk kita bisa memulai program vaksinasi bagi para tenaga kesehatan kita,” demikian jelas Budi.

Menteri Budi Gunadi Sadikin, dalam hal ini mengharapkan dukungan seluruh rakyat Indonesia demi suksesnya program vaksinasi.

“Program vaksinasi ini adalah salah satu strategi utama untuk menyelesaikan pandemi. Dibutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk kita menyelesaikan program vaksinasi ini. Untuk itu jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Dengan berjalannya program vaksinasi kita justru harus tetap menjalani protokol 3M: Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak," terangnya. 

Mudah-mudahan, lanjut Budi, apa yang sudah dilakukan saat ini bisa didukung oleh seluruh rakyat Indonesia, karena tidak mungkin pemerintah bisa melakukan ini sendiri. "Saya percaya bersama kita bisa," tegasnya.

Sementara Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia juga melakukan pembicaraan berkesinambungan secara paralel dengan Pfizer (dan BioNTech) yang berasal dari Amerika Serikat dan Jerma

”Dari awal kita terus menjalin komunikasi untuk mengamankan suplai dari berbagai sumber lain, secara paralel pembicaraan berkesinambungan saat ini juga sedang dilakukan dengan Pfizer (dan BioNTech) yang berasal dari Amerika Serikat dan Jerman”, paparnya.

Retno juga menambahkan bahwa pihaknya menerima kabar bahwa Emergency Use Authorization (EUA) untuk AstraZeneca telah diberikan oleh Medicine and Healthcare Product Regulatory Agency (MHRA) Inggris. 

"Ini tentunya kabar yang baik karena MHRA merupakan salah satu dari enam stringent regulatory authorities yang memiliki mekanisme reliance dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Melalui mekanisme reliance ini proses penerbitan UEA oleh Badan POM, atas AstraZeneca di Indonesia akan lebih mudah. Hasil EUA di Inggris dapat dijadikan basis dan review EUA di Indonesia”, ungkap Retno

Ditambahkannya bahwa diplomasi lanjutan terus dilakukan Kemenkes Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri dalam 
mengawal melalui Vaccine Request Form Part B, mengenai indemnisasi yang menurut rencana akan diserahkan pada 8 Januari 2021 dan Cold Chain Equipment (CCE) Support Request terkait kapasitas penyediaan sistem pendingin vaksin di kuartal I 2021

“Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri serta pihak lain akan terus berkoordinasi erat untuk memastikan semua infrastruktur logistik vaksin di dalam negeri sesuai dengan kebutuhan jenis vaksin yang dipesan dari jalur multilateral ini”, tegas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sebelum digunakan, semua vaksin yang disetujui dan dihadirkan pemerintah menjalani proses evaluasi sesuai standar WHO dan internasional untuk mendapatkan izin penggunaan dari Badan POM, serta rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia. (Red)

Pemerintah Indonesia Amankan 100 juta Dosis Vaksin Covid-19

SUARA.NABIRE - Pemerintah Indonesia mengamankan supply 100 juta dosis vaksin Covid-19 dalam acara penyerahan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) oleh Badan POM ke Bio Farma sebagai pengakuan atas fasilitas produksi Bio Farma untuk vaksin Covid-19 sudah siap digunakan untuk produksi vaksin Covid-19, pada Rabu (30/12/20)

Acara berlangsung sukses di Kantor Biofarma dan turut dihadiri oleh beberapa Pejabat Negara, yaitu: Menteri Kesehatan bersama Menteri Luar Negeri, serta Wakil Menteri I BUMN, dan Kepala Badan POM.

Pada kesempatan itu dilakukan kesepakatan pembelian di muka antara Bio Farma dengan AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis vaksin, dan Indofarma dengan Novavax sebanyak 50 juta dosis, sehingga total supply vaksin Covid-19 untuk kebutuhan dalam negeri adalah sebanyak 100 juta dosis

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengadaan vaksin. dan Indonesia satu dari sedikit negara yang telah mengamankan suppy vaksin untuk keperluan dalam negeri.

Selain itu, sebagai wujud pemerataan vaksin di dunia, Indonesia juga berkontribusi melalui CEPI untuk pengadaan vaksin dunia.

“Dalam track multilateral, proses diplomasi kita telah bekerja dengan WHO GAVI dll dalam rangka mengamankan akses vaksin melalui AMC (Advance Market Commitment), dengan perolehan 3-20 persen jumlah penduduk. Kita akan terus mengawal proses ini” demikian ungkap Retno

Selain itu, menurutnya, kerjasama juga dilakukan dalam rangka pertukaran data scientific untuk pemanfaatan EUA. Hal ini sejalan dengan arahan presiden bahwa keamanan dan keselamatan masyarakat Indonesia tetap yang utama.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah berkejaran dengan waktu dalam menanggulangi Covid-19. Pembelian vaksin dari covavax dan astrazeneca yang dilakukan pemerintah Indonesia memberikan kepastian kepada masyarakat indonesia atas produk vaksin yang nanti akan digunakan.

Menurutnya, bahwa segera setelah EUA diberikan, Kementerian Kesehatan akan bergerak cepat untuk mendistribusikan vaksin dan melakukan proses vaksinasi

“Tahap pertama penyediaan dan persetujuan vaksin insya allah dalam waktu 1-2 minggu. Sehingga kami di Kemenkes bisa masuk memikirkan tahap 2 mendistribusikan vaksin ke seluruh pelosok wilayah Indonesia dalam waktu yang singkat untuk diberikan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat Indonesia” terang Budi

Ditempat yang sama, Kepala Badan POM, Penny G Lukito, menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden RI bahwa jaminan keselamatan dan kehati-hatian dalam pengadaan vaksin Covid-19 sangat diutamakan, mulai dari aspek mutu hingga efikasi vaksin.

Peny juga menyatakan bahwa hasil Uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung memberikan hasil yang menggembirakan. Proses selanjutnya adalah menunggu hasil uji interim tahap 3 untuk selanjutnya disandingkan dengan hasil Uji dari Negara lain yang juga melakukan uji klinis cinovac yaitu Turki, Chili, dan Brazil

“Uji klinis kami lakukan dengan cermat dan mengutamakan kehati hatian, dalam rangka pemberian EUA” demikian tutur Penny

Menurutnya, hasil uji klinis di negara Brazil dan Turki sudah keluar hasil ujinya dan didapatkan hasil yang konsisten dengan uji yang di bandung.

Ditempat yang sama pula, Wakil Menteri 1 BUMN, Pahala Mansury juga turut berkomentar bahwa BUMN bahu membahu bersama pemerintah untuk bergerak cepat dalam menghadirkan vaksin di Indonesia.

“Di sisi kesehatan, Kementerian BUMN bersinergi dengan Kemenkes dan Kemenlu mulai dari awal membuka akses dan menghadirkan ketersediaan vaksin dan alat pendukung vaksinasi lainnya,” tuturnya

Ditegaskannya bahwa pemberian CPOB kepada Biofarma juga menjadi pengakuan terhadap kesiapan dan komitmen biofarma untuk memproduksi vaksin dari awal.

Ketua Tim riset uji klinis vaksin Covid-19, Prof. Kusnandi Rusmil, menyatakan bahwa proses penyuntikan uji klinis vaksin Covid-19 sudah selesai. Hasil pemantauan terhadap 1.620 relawan mengalami reaksi ringan seperti demam dan pegal ringan.

“Laporan interim fase dua akan diberikan ke BPOM pada januari 2021” tambah Kusnadi

Menurutnya, biofarma sendiri sudah memiliki sistem distribusi digital untuk menjamin distribusi vaksin COVID-19 reliable, akuntable, dan terjamin mutunya.

Vaksinasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di sisi lain, masyarakat tetap diwajibkan untuk disiplin menerapkan prorokol kesehatan 3 M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun, dan Menjaga Jarak.

Sebagaimana Dirut Biofarma, Honesti Basyir, menyatakan bahwa Indonesia sudah layak untuk mengamankan program vaksinasi. Pihaknya sudah membuat sistem secara digital sehingga distribusi reliable, akuntable, dan dijamin mutunya. (Red)

Argentina Mulai Uji Coba Pengobatan COVID-19 Dengan Serum Kuda Hiperimun


SUARA.NABIRE - Negara Argentina telah memulai uji klinis untuk mengobati COVID-19 dengan menggunakan serum hiperimun yang dikembangkan dengan antibodi dari kuda, demikian dikatakan pihak berwenang dari laboratorium yang terlibat pada hari Rabu.

Serum, yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi Inmunova, diperoleh dengan menyuntikkan protein SARS-CoV-2, yang menyebabkan hewan menghasilkan sejumlah besar antibodi penawar. Plasma kemudian diekstraksi dari kuda, dimurnikan dan diproses.

Setelah hasil positif dalam tes laboratorium, uji klinis untuk mempelajari efektivitas serum akan dilakukan pada 242 orang yang didiagnosis dengan penyakit dalam kondisi sedang hingga parah, demikian dikatakan pihak laboratorium.

“Jika kita dapat menurunkan replikasi virus pada hari-hari pertama, kita tidak hanya akan menurunkan viral load penyakit dan rujukan pasien ... tetapi kami pikir kapasitas penetralan ini akan memungkinkan pasien untuk mengembangkan tanggapan kekebalan mereka sendiri,” kata Fernando Goldbaum, direktur ilmiah Inmunova di Argentina.

Dalam sebuah panggilan video, Goldbaum mengatakan uji coba telah dimulai pada hari Senin dan hasil pertama diharapkan antara Oktober dan November.

Sejauh ini negara Argentina telah mendaftarkan hampir 175.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dengan sekitar 3.200 kematian.

BUENOS AIRES, 29 Juli 2020,
Diterjemahkan ulang dari: www.jpost.com